MATERI ATEROSKLEROSIS DAN ANTIHIPERLIPIDEMIA
Aterosklerosis
Aterosklerosis berasal dari
bahasa yunani yaitu ‘athere-‘ yang berarti bubur, dan ‘– skleros’ yang berartii
keras. Aterosklerosis adalah penyakit akibat respon peradangan pada pembuluh
darah (arteri besar dan sedang), bersifat progresif, yang ditandai dengan
deposit massa kolagen, kolesterol, produk buangan sel dan kalsium, disertai
proliferasi miosit yang menimbulkan penebalan dan pengerasan dinding arteri,
sehingga mengakibatkan kekakuan dan kerapuhan arteri (Stary, 1995).
Aterosklerosis sangat dipengaruhi
kadar kolesterol yang tinggi (khususnya LDL), merokok, tekanan darah tinggi,
diabetes mellitus, obesitas, dan kurangnya aktifitas fisik. Tingginya kadar
homosistein darah, fibrinogen, dan lipoprotein-A juga dilaporkan sebagai faktor
risiko terjadinya aterosklerosis. Ada 4 faktor risiko biologis yang tidak dapat
diubah, yaitu usia, jenis kelamin, ras, dan riwayat keluarga (genetik). Helicobacter Pylori dan Chlamydia Pneumoniae, juga bisa
menimbulkan infeksi atau transformasi miosit atau endotel, yang akan memicu lesi aterosklerosis.
Hiperglikemia dapat memacu
aktifitas protein kinase C (CPK).
Peningkatan aktifitas CPK akan meningkatkan ekspresi transforming growth factor-beta (TGF- ). Peningkatan ekspresi TGF-
menimbulkan kekakuan dan abnormalitas structural pembuluh darah.
Populasi dengan hiperlipidemia
lebih banyak terkena aterosklerosis dibanding kelompok orang dengan kadar lipid
rendah. Populasi dengan hiperlipidemia ini lebih signifikan berhubungan dengan
gejala aterosklerosis dan kematian, oleh karena komplikasi aterosklerosis
koroner. Tingginya kolesterol darah, trigliserida, dan LDL berhubungan dengan
stenosis koroner. Sementara kadar kolesterol HDL berhubungan dengan menurunnya
insiden penyakit aterosklerosis, karena HDL dapat mengembalikan kolesterol dari
jaringan untuk di metabolisme di hepar. Kadar kolesterol LDL yang tinggi
menjadi penyebab utama sel endotel dan miosit. Kolesterol LDL dapat mengalami
oksidasi, agregasi, dan berikatan dengan proteoglikan atau menyatu dengan
kompleks imun.
Pada
kondisi hipertensi juga berperan agen proinflamasi yang meningkatkan formasi
hidrogen peroksida (hidroksi radikal) dan radikal bebas (anion superoksida)
dalam plasma. Substansi itu mereduksi pembentukan nitrit oksida oleh endotel,
meningkatkan adhesi leukosit, dan peningkatan resistensi perifer. Selanjutnya
formasi radikal bebas mengakibatkan efek hipertensi dan hiperkolesterolemia
(Hansson, 2005).
1. Patogenesis Aterosklerotik
Dinding arteri merupakan suatu
sistem yang dinamis dan teratur. Akan tetapi, elemen-elemen perusak dapat
mengganggu homeostasis normal pada arteri dan memberi jalan terjadinya
aterogenesis.
Beberapa hal telah berhasil diidentifikasi sebagai komponen-komponen
penting yang berkontribusi pada proses inflamasi aterosklerosis, yaitu
a)
disfungsi endotel,
b) akumulasi lipid di dalam intima,
c) pengerahan leukosit
dan sel-sel otot polos ke dalam dinding pembuluh darah,
d) pembentukan foam cell,
e) deposisi dari matriks
ekstraseluler
Fatty streak merupakan lesi yang pertama kali
terlihat pada ateroklerosis. Pada inspeksi
secara kasat mata, lesi ini terlihat sebagai area yang berwarna kuning pada
permukaan arteri, akan tetapi lesi ini belum menonjol dan belum mengganggu
aliran darah pada arteri. Fatty streak
dapat dijumpai pada aorta dan arteri koroner orang berumur 20 tahun. Lesi ini
tidak menimbulkan gejala, dan dapat membaik perlahan pada beberapa lokasi
pembuluh darah. Inisiasi terbentuknya lesi ini sangat berhubungan dengan
terjadinya disfungsi endotel.
Disfungsi endotel dapat dipicu
oleh dua hal utama yaitu stres fisik dan zat-zat iritan. Peran dari stress
fisik pada pembuluh darah dapat dilihat dari fakta bahwa aterosklerosis lebih
cenderung terbentuk pada titik-titik percabangan arteri. Pada bagian pembuluh
darah yang lurus, aliran laminar menyediakan nitrit oksida yang lebih banyak,
yang bermanfaat sebagai vasodilator, inhibisi agregasi platelet, dan efek anti
inflamasi. Arteri-arteri dengan cabang yang sedikit seperti left internal mammary artery (LIMA),
menunjukkan resistensi yang lebih baik terhadap aterosklerosis, sedangkan
pembuluh darah dengan percabangan seperti arteri karotis komunis dan arteri
koroner kiri merupakan tempat utama terjadinya aterosklerosis.
Oksidasi merupakan salah satu
perubahan yang terjadi pada LDL yang berada di dalam intima. Hal ini dapat
terjadi sebagai aksi dari zat oksigen reaktif dan enzim-enzim pro-oksidan yang
berasal dari endotel yang teraktifasi atau sel-sel otot polos, atau dari
makrofag yang mempenetrasi dinding pembuluh darah. Pada pasien diabetes dengan
kondisi hiperglikemia kronis, dapat terjadi glikasi dari LDL, suatu modifikasi
yang dapat mengaktifkan sifat proinflamasi dari LDL. Perubahan biokimia ini terjadi
cepat daberkontribusi pada mekanisme
inflamasi yang diinisiasi oleh disfungsi endotel, dan mereka dapat menyebabkan
inflamasi sepanjang siklus pertumbuhan dari plak. Pada tahap fatty streak dan sepanjang pertumbuhan dari plak, LDL yang dimodifikasi
(mLDL) menyebabkan pengerahan
leukosit dan pembentukan foam cell
(Libby, 2002).
Pengerahan dari leukosit
(terutama monosit dan limfosit T) ke dalam dinding pembuluh darah merupakan
tahap kunci dalam aterogenesis. Proses ini bergantung kepada (1) ekspresi dari leukocyte adhesion molecule (LAM), (2)
signal kemoatraktan seperti monocyte chemotactic protein 1 (MCP-1), IL-8, interferon-inducible protein-10.
Aterogenesis dimulai saat
terjadinya jejas pada endotel akibat berbagai faktor risiko dengan berbagai
intensitas. Salah satu penjejas utama endotel adalah LDL plasma yang tinggi.
LDL akan mengalami oksidasi menjadi LDL-oks yang mudah sekali menempel dan
menumpuk pada dinding pembuluh darah menjadi deposit lipid. Penumpukan ini menyebabkan
jejas pada endotel. Pada keadaan terjejas, endotel normal akan menjadi endotel
yang hiperpermeabel, yang ditunjukkan dengan terjadinya berbagai proses
eksudasi (misalnya; protein, glukoprotein) dan infiltrasi monosit ke dalam
lapisan pembuluh darah akibat peningkatan adesifitas terhadap lipoprotein,
leukosit, platelet dan kandungan plasma lain. Selain itu, endotel terjejas juga
memiliki prokoagulan yang lebih banyak dibandingkan antikoagulan, serta
mengalami pemacuan molekul adesi leukosit seperti L-selektin, integrin, platelet-endothelial-cell
adhesion molecule (PECAM)-1 dan
molekul adesi endotel seperti E-selektin,
P-selektin, intraceluar cell adhesion molecule (ICAM-1) dan vascular-cell adhesion molecule (VCAM-1).
Keadaan ini mengakibatkan makro molekul lebih mudah menempel pada dinding pembuluh darah, sehingga
mengakibatkan jejas pada endotel (Soehnlein, 2012).
Sel endotel berfungsi sebagai
vasodilator, antitrombotik, dan antiinflamasi. Sel endotel, paling sedikit
mensintesis 3 faktor vasodilator yang berbeda; Nitrit Oxide (NO), prostasiklin (PGI2), dan EDHF (endothelium-derived hyperpolarizing factor)
yang belum teridentifikasi. Pada beberapa kondisi patologis, sel endotel juga
mensintesis beberapa faktor vasokonstriksi (EDCF-endothelium-derived constriction factor) termasuk endothelin, superoxide, dan prostaglandin vasokonstriktor.
Respon inflamasi yang terjadi
pada aterogenesis diperantarai oleh makrofag derivat monosit dan limfosit T,
yang apabila berlanjut akan meningkatkan jumlah makrofag dan limfosit yang
beremigrasi. Aktifitas makrofag dan limfosit menimbulkan pelepasan enzim
hidrolitik, sitokin, kemokin dan faktor pertumbuhan, yang dapat menginduksi
kerusakan lebih lanjut, dan akhirnya menimbulkan nekrosis fokal. Respon
inflamasi ini apabila terus berlanjut akan menstimulai migrasi dan proliferasi
miosit yang saling bercampur pada area inflamasi dan membentuk lesi
intermedia. Apabila inflamasi tidak mereda, maka arteri akan mengalami remodeling, yaitu penebalan dan
pelebaran dinding arteri secara bertahap hingga lumen arteri tidak dapat
berdilatasi kembali.
2. Parameter Hematologi dari Aterosklerosis Koroner
Inflamasi merupakan sifat penting
pada patogenesis aterosklerosis (Hansson, 2005). Studi epidemiologi yang
bersifat prospektif menunjukkan bahwa penanda-penanda inflamasi merupakan
prediktor kejadian kardiovaskular yang independen (Danesh, 1998).
Leukosit cenderung beragregasi
dan berembolisasi ke dalam pembuluh darah kecil pada kondisi aliran darah yang
rendah (Craddock,1977).Leukosit dapat menyebabkan cedera dan inflamasi endotel
yang diperantarai oleh lepasnya zat-zat yang teraktifasi seperti radikal bebas,
oksidan, enzim-enzim proteolitik, dan metabolit arakidonik (Sacks,1978).
Beberapa mekanisme yang
menjelaskan bagaimana peran leukosit di dalam patogenesis aterosklerosis telah
dikemukakan pada beberapa penelitian. Tahap pertama dalam proses aterosklerosis
adalah menempelnya monosit ke lapisan intima pembuluh darah setelah terjadinya
cedera pada dinding arteri. Setelah diselimuti oleh lemak, monosit berubah
menjadi makrofag dan mensekresikan enzim metalloproteinase. Selain makrofag
tersebut, netrofil juga ditemukan akan memediasi lepasnya sel-sel endotel pada
penelitian in vitro, dengan dicernanya protein-protein pada permukaan sel
endotel oleh enzim protease netral proteolitik (Gambar 2.4) (Soehnlein,2012).
Netrofil juga terbukti meningkatkan aktifitas kemotaktik pada pasien angina
stabil (Mehta dkk,1989). Studi-studi epidemiologi mencari hubungan antara
jumlah leukosit perifer, terutama netrofil dengan penyakit jantung koroner
(Kostis, 1984) . Meningkatnya agregasi netrofil dan aktifitas oksidase juga
ditemukan pada arteri koroner pasien-pasien dengan PJK yang menjalani
angiografi koroner (Risevuti dkk,1989). Granul protein sekunder di dalam
netrofil yaitu cathelicidin secara langsung menginduksi terjadinya
aterosklerosis melalui rekrutmen dari sel-sel monosit (Doring, 2012). Percobaan
pada tikus dengan defisiensi apoE, hiperlipidemia menginduksi neutrofilia dan
derajat netrofilia berhubungan positif dengan luasnya lesi aterosklerosis
(Drechler, 2010).
HIPERLIPIDEMIA
Hiperlipidemia adalah suatu keadaan yang ditandai oleh peningkatan kadar lipid / lemak ddarah melewati batas normal.
Berdasarkan jenisnya, hiperlipidemia dibagi menjadi 2, yaitu :
1. Hiperlipidemia Primer
Banyak disebabkan oleh karena kelainan genetik. Biasanya kelainan ini ditemukan pada waktu pemeriksaan laboratorium secara kebetulan. Pada umumnya tidak ada keluhan, kecuali pada keadaan yang agak berat tampak adanya Xantoma (penumpukan lemak di bawah jaringan kulit).
2. Hiperlipidemia Sekunder
Pada jenis ini, peningkatan kadar lipid darah disebabkan oleh suatu penyakit tertentu, misal : diabetes mellitus, gangguan tiroid, penyakit hepar, dan penyakit ginjal. Hiperlipidemia sekunder bersifat reversible ( berulang ). Ada juga obat-obatan yang menyebabkan gangguan metabolisme lemak, seperti β – Bloker , diuretik, kontrasepsi oral (estrogen, gestagen).
2.2 ETIOLOGI
Penyebab primer, yaitu faktor keturunan (genetik)
Penyebab sekunder, seperti :
1. Usia --> kadar lipoprotein, terutama LDL, meningkat sejalan dengan bertambahnya usia
2. Jenis kelamin pria memiliki kadar LDL lebih tinggi dalam keadaan normal, tetapi menopause kadarnya pada wanita mulai meningkat.
3. Riwayat keluarga dengan hiperlipidemia
4. Obesitas
5. Menu makanan yang mengandung asam lemak jenuh, seperti : mentega, margarin, whole
milk, es krim, keju, daging
6. Kurang melakukan olahraga
7. Penggunaan alkohol
8. Merokok
9. Diabetes yang tidak terkontrol dengan baik
10. Gagal ginjal
11. Kelenjar tiroid yang kurang aktif
12. Obat-obatan tertentu yang dapat mengganggu metabolisme lemak seperti estrogen, pil KB, kortikosteroid, diuretik tiazid (pada keadaan tertentu).
Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi langsung kadar lipoprotein adalah :
1. Diet : kalori total perhari, jumlah kalori dari lemak, asupan kolesterol
2. Antropometrik : ratio berat - tinggi badan (obesitas)
3. Kebiasaan merokok, kurang gerak, asupan alkohol.
4. Ras
5. Genetika
6. Seks : kadar estrogen (endogen/eksogen)
7. Penyakit lain : diabetes mellitus, hipotiroidea, uremia, sindroma nefrotik.
2.4 GEJALA
Biasanya kadar lemak yang tinggi tidak menimbulkan gejala. Kadang-kadang, jika kadarnya sangat tinggi, endapan lemak akan membentuk suatu pertumbuhan yang disebut xantoma di dalam tendo (urat daging) dan di dalam kulit. Kadar trigliserida yang sangat tinggi (sampai 800 mg / dl atau lebih ) bisa menyebabkan pembesaran hati dan limpa dan gejala-gajala dari pankreatitis (misalnya nyeri perut yang hebat).
2.5 FAKTOR RESIKO
- Aterosklerosis
- Penyakit jantung koroner
- Pankreatitis (peradangan pada organ pankreas)
- Diabetes melitus
- Gangguan tiroid
- Penyakit hepar dan penyakit ginjal
- Penyakit jantung
2.6 DIAGNOSA
Dilakukan pemeriksaan darah untuk mengukur kadar kolesterol total. Untuk mengukur kadar kolesterol LDL, HDL, dan trigliserida sebaiknya perderita berpuasa dulu minimal selam 12 jam.
2.7 PEMBAGIAN OBAT – OBATAN
Penggolongan obat-obat yang dapat menurunkan lipoprotein plasma :
•Asamfibrat(ex. Klofibrat, Gemfibrozil)
•Resin(ex. Kolestiramin , Kolestipol)
•PenghambatHMGCoAReduktase(ex.Mevastatin, Pravastatin, Lovastatin danSimvastatin)
•AsamNikotinat(ex.Niasin)
•Probukol
•Golongan Lain-lain(ex. NeomisinSulfat, Beta Sitosterol,Dekstrotiroksin, &Bekatul).
DAFTAR PUSTAKA
AKFAR-ISFI/Farmakologi/Antihiperlipidemia
Estuningtyas, A. Dan Arif, A. (2007). Obat Lokal. Dalam buku: Farmakologi dan Terapi. Edisi lima, Editor: Sulistia Gan Gunawan. Jakarta : Departemen Farmakologi dan Terapeutik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
ISFI (2008). Informasi Spesialite Obat Indonesia. Volume 43. Jakarta : Ikatan Sarjana
Farmasi Indonesia.
Nah, Y. K. (2007). Interaksi Obat yang Penting di Klinik. Meditek, Vol. 15 No. 39, Januari-April 2007. Universitas Kristen Krida Wacana. Jakarta Barat
permasalahan
1. bagaimana ateroskerosis bisa terjadi?
2. apa yang akan terjadi jika seseorang menderita aterosklerosi dan apakah aterosklerosis penyakit mematikan?
3. apa kaitannya ateroskorosis dengan hiperlipidemia yang lebih spesifik?
Hay kak Naura saya coba jawab pertanyaan nomor 1
BalasHapusAterosklerosis adalah penyakit akibat respon peradangan pada pembuluh darah (arteri besar dan sedang), bersifat progresif, yang ditandai dengan deposit massa kolagen, kolesterol, produk buangan sel dan kalsium, disertai proliferasi miosit yang menimbulkan penebalan dan pengerasan dinding arteri, sehingga mengakibatkan kekakuan dan kerapuhan arteri
Trimakasih atas jwabannya Dyah. Bersifat progresif yg bagaimana ya?
HapusArtinya terkendali dan tidak ganas
HapusAssalamualaikum kk nau artikelnya sangat membantu dan bermanfaat
BalasHapusno 1 : Aterosklerosis adalah penyempitan dan penebalan arteri karena penumpukan plak pada dinding arteri. Penumpukan plak tersebut terjadi saat lapisan sel pada dinding dalam arteri (endothelium) yang bertugas menjaga kelancaran aliran darah mengalami kerusakan. Aterosklerosis dapat terjadi pada arteri di bagian tubuh mana pun, seperti otak, ginjal, atau kaki, serta dapat memicu masalah kesehatan di bagian-bagian tersebut.
BalasHapusJadi menurut anggun sendiri apakah aterosklerosis termasuk penyakit yg berbahaya atau mematikan?
HapusJadi menurut anggun sendiri apakah aterosklerosis termasuk penyakit yg berbahaya atau mematikan?
HapusHay kak Naura saya coba jawab pertanyaan nomor 1
BalasHapusAterosklerosis adalah penyakit akibat respon peradangan pada pembuluh darah (arteri besar dan sedang), bersifat progresif, yang ditandai dengan deposit massa kolagen, kolesterol, produk buangan sel dan kalsium, disertai proliferasi miosit yang menimbulkan penebalan dan pengerasan dinding arteri, sehingga mengakibatkan kekakuan dan kerapuhan arteri
Yg bersifat progresif mksudnya gmna ya liddini?
HapusHay kak Naura saya coba jawab pertanyaan nomor 1
BalasHapusAterosklerosis adalah penyakit akibat respon peradangan pada pembuluh darah (arteri besar dan sedang), bersifat progresif, yang ditandai dengan deposit massa kolagen, kolesterol, produk buangan sel dan kalsium, disertai proliferasi miosit yang menimbulkan penebalan dan pengerasan dinding arteri, sehingga mengakibatkan kekakuan dan kerapuhan arteri
Yg bersifat progresif mksudnya gmna ya?
Hapusno 1 : Aterosklerosis adalah penyempitan dan penebalan arteri karena penumpukan plak pada dinding arteri. Penumpukan plak tersebut terjadi saat lapisan sel pada dinding dalam arteri (endothelium) yang bertugas menjaga kelancaran aliran darah mengalami kerusakan. Aterosklerosis dapat terjadi pada arteri di bagian tubuh mana pun, seperti otak, ginjal, atau kaki, serta dapat memicu masalah kesehatan di bagian-bagian tersebut.
BalasHapusTrimakasih ovi
Hapushaloo naura, terima kasih ya buat artikelnya sangat membantu nih
BalasHapusTrimakasih kembali Dilla sudah mngunjungi
Hapusno 1 : Aterosklerosis adalah penyempitan dan penebalan arteri karena penumpukan plak pada dinding arteri. Penumpukan plak tersebut terjadi saat lapisan sel pada dinding dalam arteri (endothelium) yang bertugas menjaga kelancaran aliran darah mengalami kerusakan. Aterosklerosis dapat terjadi pada arteri di bagian tubuh mana pun, seperti otak, ginjal, atau kaki, serta dapat memicu masalah kesehatan di bagian-bagian tersebut.
BalasHapusBagaimana terbentuknya aterosklerosis pda otak,krna disini aterosklerosis trjadinya penyempitan krna adanya lemak,sedangkan dalam otak hampir tidak mengandung lemak.
HapusBagaimana terbentuknya aterosklerosis pda otak,krna disini aterosklerosis trjadinya penyempitan krna adanya lemak,sedangkan dalam otak hampir tidak mengandung lemak
HapusTerimakasih jawaban 1 : Aterosklerosis adalah penyempitan dan penebalan arteri karena penumpukan plak pada dinding arteri. Penumpukan plak tersebut terjadi saat lapisan sel pada dinding dalam arteri (endothelium) yang bertugas menjaga kelancaran aliran darah mengalami kerusakan. Aterosklerosis dapat terjadi pada arteri di bagian tubuh mana pun, seperti otak, ginjal, atau kaki, serta dapat memicu masalah kesehatan di bagian-bagian tersebut.
BalasHapusBagaimana terbentuknya aterosklerosis pda otak,krna disini aterosklerosis trjadinya penyempitan krna adanya lemak,sedangkan dalam otak hampir tidak mengandung lemak
HapusMohon dipahami kembali, pada otak justru otak tersedianya dari banyak lipid, nah aterosklerosis ini lebih pada penyumbatan pada pembuluh arteri yaitu pembuluh yang mengaliri daarah
HapusBagaimana kondisi seseorang jka terjadii aterosklerosis pda otak??
HapusBaiklah saya akan menjawab pertanyaan nomor 1 yaitu Aterosklerosis adalah penyakit akibat respon peradangan pada pembuluh darah (arteri besar dan sedang), bersifat progresif, yang ditandai dengan deposit massa kolagen, kolesterol, produk buangan sel dan kalsium, disertai proliferasi miosit yang menimbulkan penebalan dan pengerasan dinding arteri, sehingga mengakibatkan kekakuan dan kerapuhan arteri
BalasHapusBagaimana terbentuknya aterosklerosis pda otak,krna disini aterosklerosis trjadinya penyempitan krna adanya lemak,sedangkan dalam otak hampir tidak mengandung lemak
HapusBagaimana terbentuknya aterosklerosis pda otak,krna disini aterosklerosis trjadinya penyempitan krna adanya lemak,sedangkan dalam otak hampir tidak mengandung lemak
HapusHallo Naura.
BalasHapusSaya akan menjawab pertanyaan nomor 1.
Aterosklerosis adalah penyempitan dan penebalan arteri karena penumpukan plak pada dinding arteri. Penumpukan plak tersebut terjadi saat lapisan sel pada dinding dalam arteri (endothelium) yang bertugas menjaga kelancaran aliran darah mengalami kerusakan. Aterosklerosis dapat terjadi pada arteri di bagian tubuh mana pun, seperti otak, ginjal, atau kaki, serta dapat memicu masalah kesehatan di bagian-bagian tersebut.
Bagaimana terbentuknya aterosklerosis pda otak,krna disini aterosklerosis trjadinya penyempitan krna adanya lemak,sedangkan dalam otak hampir tidak mengandung lemak
Hapusno 1 : Aterosklerosis adalah penyempitan dan penebalan arteri karena penumpukan plak pada dinding arteri. Penumpukan plak tersebut terjadi saat lapisan sel pada dinding dalam arteri (endothelium) yang bertugas menjaga kelancaran aliran darah mengalami kerusakan. Aterosklerosis dapat terjadi pada arteri di bagian tubuh mana pun, seperti otak, ginjal, atau kaki, serta dapat memicu masalah kesehatan di bagian-bagian tersebut.
BalasHapusBagaimana terbentuknya aterosklerosis pda otak,krna disini aterosklerosis trjadinya penyempitan krna adanya lemak,sedangkan dalam otak hampir tidak mengandung lemak
Hapusno 1 : Aterosklerosis adalah penyempitan dan penebalan arteri karena penumpukan plak pada dinding arteri. Penumpukan plak tersebut terjadi saat lapisan sel pada dinding dalam arteri (endothelium) yang bertugas menjaga kelancaran aliran darah mengalami kerusakan. Aterosklerosis dapat terjadi pada arteri di bagian tubuh mana pun, seperti otak, ginjal, atau kaki, serta dapat memicu masalah kesehatan di bagian-bagian tersebut.
BalasHapusBagaimana terbentuknya aterosklerosis pda otak,krna disini aterosklerosis trjadinya penyempitan krna adanya lemak,sedangkan dalam otak hampir tidak mengandung lemak
HapusBaiklah naurah saya akan coba jawab no 1.disebabkan karena ada penumpukan lemak sehingga plak akan terjadi dan penyempitan pada arteri.sehingga dapat berakibat seperti terkena stroke,kolesterol,diabetes
BalasHapusKenapa aterosklerosis bisa mengakibatkan stroke diabetes dan kolesterol??
HapusKenapa aterosklerosis bisa mengakibatkan stroke,diabetes dan kolesterol??
Hapuspemaparannya bagus, menambah pengetahuan pembaca. terimakasih :)
BalasHapusTrimakasih kembali audisi,telah mengunjungi blog sya
HapusHai Naurah. saya akan mencoba menjawab pertanyaan nomor 2.
BalasHapusyang akan terjadi pada seseorang yang menderita arterisklerosis adalah orang tersebut akan mengalami stroke dikarenakan aliran darah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh terhambat. selanjutnya apabila tidak ditangani, maka akan terjadi komplikasi. dan dapat berujung pada kematian.
terimakasih
Trimakasih Widya atas pemaparannya
HapusAssalamualaikum Naura, jawaban no 1 Aterosklerosis adalah penyakit akibat respon peradangan pada pembuluh darah (arteri besar dan sedang), bersifat progresif, yang ditandai dengan deposit massa kolagen, kolesterol, produk buangan sel dan kalsium, disertai proliferasi miosit yang menimbulkan penebalan dan pengerasan dinding arteri, sehingga mengakibatkan kekakuan dan kerapuhan arteri
BalasHapusTrimakasih Aurora atas pemaparannya
Hapushy naura artikel anda sangat membantu saya
BalasHapusterimakasih
Trimakasih kembali sindy telah mengunjungi blog sya
BalasHapusno 1 : Aterosklerosis adalah penyempitan dan penebalan arteri karena penumpukan plak pada dinding arteri. Penumpukan plak tersebut terjadi saat lapisan sel pada dinding dalam arteri (endothelium) yang bertugas menjaga kelancaran aliran darah mengalami kerusakan. Aterosklerosis dapat terjadi pada arteri di bagian tubuh mana pun, seperti otak, ginjal, atau kaki, serta dapat memicu masalah kesehatan di bagian-bagian tersebut.
BalasHapusAJO_QQ poker
BalasHapuskami dari agen poker terpercaya dan terbaik di tahun ini
Deposit dan Withdraw hanya 15.000 anda sudah dapat bermain
di sini kami menyediakan 7 permainan dalam 1 aplikasi
- play aduQ
- bandar poker
- play bandarQ
- capsa sunsun
- play domino
- play poker
- sakong
di sini tempat nya Player Vs Player ( 100% No Robot) Anda Menang berapapun Kami
Bayar tanpa Maksimal Withdraw dan Tidak ada batas maksimal
withdraw dalam 1 hari.Bisa bermain di Android dan IOS,Sistem pembagian Kartu
menggunakan teknologi yang mutakhir dengan sistem Random
Permanent (acak) |
Whatshapp : +855969190856